Rubrik menarik dari Tjaja Timoer adalah rubrik perempuan bertajuk Sinar Iboe yang telah dimuat sejak terbitan pertama. Rubrik ini diasuh oleh redaktris bernama Leila’toelmala. Perempuan kelahiran Medan ini disepakati oleh permufakatan redaksi untuk mengurus rubrik yang sedianya ditujukan untuk kepentingan kaum istri di Indonesia.
Leila’toemala bersekolah di Europeesche School di Medan dan pada 1919 di Fort de Kock, kini Bukittinggi.
Selanjutnya saat meneruskan studi di MULO Padang, ia bercita-cita untuk aktif di bidang jurnalistik mengingat kehidupan kaum perempuan Indonesia.
Leila’toelmala diklaim oleh redaksi Tjaja Timoer sebagai redaktur perempuan pertama di Borneo Barat. Dengan tujuan membawa perubahan dan lebih jauh lagi dapat mendorong pembentukan perkumpulan bagi kaum perempuan, rubrik ini diberi tempat khusus dalam setiap edisinya.
Isu tentang penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dimuat hampir setiap artikel. Bahkan terdapat sebuah artikel yang memuat ratapan seorang istri yang dipoligami.
Dalam artikel yang mungkin dibuat untuk memotret keadaan kaum perempuan kebanyakan di Indonesia.
Artikel tersebut memberi penguatan terhadap kaum perempuan tanah air dengan memuat foto seorang penerbang Prancis bernama Louise Maryse dengan keterangan gambar yang cukup provokatif berikut, “kalau lelaki pandai, mengapakah perempuan tidak sanggup?”
