Sebuah bentuk arogansi yang hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam mematuhi social Distancyng,sebab Rapid tes bukan jaminan seseorang tidak akan positif karena memerlukan proses 14 hari kemudian,atau yang dapat menentukan negatif dan positifnya seseorang dari covid19 ditentukan melalui tes swab atau PCR buktinya 6 batik air yang masuk pontianak itu kan sudah mengantungi rapid tes yang menyatakan non reaktif tapi kenapa bisa positif saat dites swab atau PCR?
Menurut saya maskapai yang ngeyel tersebut harus diambil tindakan tegas oleh pemerintah daerah tujuan penerbangan maskapai bersangkutan,dengan menurunkan tim melakukan pemeriksaan kedalam pesawat disaat mendarat sebelum penumpangnya turun,yang melanggar ketentuan protokol kesehatan langsung tolak dan disuruh kembali kebandara asalnya,karena tidak ada cara untuk memberikan efek jera terhadap pelanggaran yang dilakukan maskapai penerbangan terhadap ketentuan protokol kesehatan yang seharusnya ditaati dan dilaksanakan guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 yang dari hari kehari makin memprihatinkan.
Kisah ini merupakan pengalaman pribadi yang langsung dialami oleh : Chandra Kirana.
