Opini

Masa Beheula’ Euy

Masa Beheula’ Euy

teraju.id, Pontianak – Kurun 1992-1997 aktif di pers kampus. Sampailah ke Jakarta. Melanglang buana di pertemuan-pertemuan pers mahasiswa secara nasional seantero Jawa.

Di halaman Monas kami mampiri Sastrawan Angkatan 45 Chairil Anwar. Mengkhikmati bait puitis, “Aku ingin hidup 1000 tahun lagi.”

Bertiga kami: Trio Mimbar Untan. Mba Yent. Saya. Bung Syafaruddin Usman MHD.
Dalam Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut oleh Dikti di Brawijaya, kami adu panco. Saya sampai ke babak final dari penghuni asrama mahasiswa yang dingin lantaran hawa pegunungan Jawa Timur. Otot tampak padat. Six pack wkwkwkwk. Hehehe…

Di Kalbar juga melalang buana. Wawancara Bupati Syafei Jamil…dan mendapat kuliah 8 SKS soal Samelagi City…kota desain istimewa satelit Singkawang. Itu kurun waktu 1995 broda and sista….

In the other side, saya anak Remaja Mujahidin. Sesekali minta diabadikan di depan plaza mesjid.

Saat itu plaza berbata merah. Persis Soekarno Hatta International Airport. Padahal Mesjid Raya Mujahidin diresmikan Pak Harto 1978. Saat saya baru 4 tahun.

Kini wajah Mesjid Raya Mujahidin sudah berubah total. Juga wajah anak-anak yang lahir era kolonial. Kontras millenial…