Begitupula dengan di Kota Pontianak dan Kabupaten-kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Beberapa institusi pendidikan (sebagai Amal Usaha Muhammadiyah) yang dimiliki, sudah dipercaya masyarakatnya sebagai sekolah alternatif di samping Sekolah-sekolah atau Perguruan Tinggi umum lainnya. Mengapa disebut alternatif? Muhammadiyah menawarkan sisi lain yang tidak dimiliki oleh institusi lainnya. Selain mencetak cendekiawan yang baik dengan konsep pendidikan atau sekolah modern, Muhammadiyah sebagai Institusi Islam mengedepankan nilai-nilai Keislaman demi terwujudnya manusia yang berakhlakul karimah, serta taat dan tunduk pada Allah SWT semata, bukan lainnya.
Di sisi lain, institusi ini tidak menutup mata bahwa dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang merupakan kekayaan Indonesia adalah sebuah konsekuensi logis dari bernegara. Maka dari itu, Muhammadiyah tak menutup ruang setiap individu yang berbeda keyakinan (agama) untuk mengenyam pendidikan di Institusi atau amal usaha yang dimilikinya. Faktanya adalah bahwa memang cukup banyak Non Muslim yang mengenyam pendidikan di Muhammadiyah, baik tingkat sekolah hingga Perguruan Tinggi. Barangkali mereka merasa nyaman untuk bersekolah karena di lingkungan tersebut tidak pernah memaksakan keyakinannya pada yang berbeda agama. Islam tak dapat dipaksakan pada siapapun.
