Beberapa hari terakhir viral curhatan Dian, YouTuber “Neo Japan” asal Lombok. Ia mengungkapkan keluhannya mengenai pekerja Indonesia di Jepang. Ini bukan sekadar cerita tentang perburuan rezeki, melainkan sebuah epik tentang adaptasi, etika luhur, dan potensi tak terhingga untuk menjelma menjadi duta Indonesia di kancah global. Jepang memang memanggil, namun undangan itu tak datang tanpa syarat dan janji.
Peluang kerja di Jepang? Jangan ragukan lagi. Data mutakhir menunjukkan, permintaan Negeri Matahari Terbit akan tenaga kerja asing melonjak drastis, bahkan mencetak rekor baru dalam satu dekade terakhir. Bayangkan, hingga akhir Oktober 2021 saja, tercatat lebih dari 1,7 juta pekerja non-Jepang berkarya di sana. Indonesia tak ketinggalan, terus mengirimkan talenta-talenta terbaiknya. Data menyatakan, sepanjang tahun 2024, sekitar 9.576 pekerja migran Indonesia telah menjejakkan kaki di Jepang, mayoritas mengisi sektor vital seperti perawat lansia (care worker), pertanian, dan manufaktur. Hebatnya, pertumbuhan jumlah pekerja Indonesia di Jepang termasuk yang paling pesat, menyentuh angka 39,5 persen, dan kita dikenal sebagai pekerja yang ulet serta rajin. Ini bukti nyata bahwa pasar tenaga kerja Jepang terbuka lebar untuk potensi kita.
