Ketika mendengar kabar dari media sosial online bahwa telah terjadi gempa bumi di Sulawesi Tengah yang berpusat di Palu dan Donggala termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, khususnya di daerah dimana aku dilahirkan, pikiran dan ingatan saya menerawang jauh ke masa lalu yang sudah lewat setengah abad 50 tahun lalu, di mana aku terlempar oleh hempasan gempa bumi dahsyat ketika usiaku baru lima hari.
Saya terlambat mendapat informasi tentang gempa bumi di Sulawesi Tengah pada bulan Muharram ini karena pada saat kejadiannya saya lagi dalam perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kota Singkawang memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang untuk menjadi Narasumber dalam Seminar tentang Perbankan Syariah Solusi Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Daerah.
Sesampai di Kota Singkawang sudah malam langsung menghubungi keluarga di kampung. Keluarga menceritakan bahwa gempa bumi yang terjadi dan pusatnya di Palu dan Donggala, tapi terasa sampai Sulawesi Barat dan Selatan termasuk di kampung di mana aku dilahirkan.
