Opini

Namaku Gempa

Namaku Gempa

Ketika sedang adzan dan di tempat tempat lain menjelang adzan langsung terasa goyang, yang mengumandangkan adzan, Jamaah yang berada di masjid, dan yang sedang berwudhu pada lari berhamburan keluar dari masjid, karena terasa goyang, ada yang langsung duduk, tiarap dan berbagai gaya dan cara untuk penyelamatan diri masing-masing. Termasuk mereka yang berada dalam rumah pada berhamburan keluar dengan suasana panik.

Demikian juga para santri yang berjumlah ratusan beserta para ustadz dan ustadzah panik berhamburan keluar menuju ke lapangan dengan kalimat Takbir Allahu Akbar Takbir yang serius Takbir yang sesungguhnya bersumber dari hati nurani yang terasa takut dan butuh pertolongan Allah Yang Maha Besar, bukan Takbir yang gagah-gagahan dengan emosional yang bersumber dari pikiran dan nafsu.

Mendengar cerita dari keluarga yang membuat terkadang ada tawa karena ekspresi kepanikan bervariasi tapi di hati sesungguhnya saya sedih dan terharu sekaligus mengingatkan masa gempa yang terjadi 50 tahun lalu menyebabkan saya diberi nama gempa.

Kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha Bijaksana kita selalu berdoa dan berharap kepada-Nya semoga kita selalu dilindungi dan dijauhkan dari musibah seperti itu.

Semoga saudara-saudara kita yang ditakdirkan mendapat musibah diberi ketabahan dan keikhlasan menerima semua ketentuan ini dan mendapat balasan dan pengganti yang lebih baik.