Baru-baru ini negara Indonesia kerap diterjang bencana. Gempa bumi, tsunamai, tanah longsong, kebakaran, banjir dan bencana lainnya seakan menjadi langganan negeri tercinta. Entah apa penyebab pasti, yang jelas bencana itu mengakibatkan kerusakan bangunan bahkan merenggut nyawa manusia. Momok menakutkan tersebut pun menyebabkan beban mental bagi korban. Rumah hanya meninggalkan puing-puing, sanak saudara menjadi ke khawatiran yang tak bisa terelakkan.
Demikian yang terjadi di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Gempa menggoncang daerah itu dengan kekuatan 7,4 SR pada pukul 17.02 WITA pada Jumat 28 september 2018 lalu. Tak berhenti disitu, rupanya gempa mengakibatkan tsunami dengan ketinggian 1,5 meter (Suara.com).
Berdasarkan berita yang tersebar, gempa dan tsunami memakan korban sebanyak 832 orang. Adapun yang tewa di Donggala sebanyak 11 orang. Banyak kendala yang dihadapi saat mengeksekusi korban. Di hotel Roa-Roa misalnya, diperkirakan 50 sampai 60 orang tertimbun. Operasi SAR tidak mudah, listrik mati, komunikasi terbatas, alat berat terbatas (bbc.com).
Melihat Palu yang terkena bencana, masyarakat Indonesia ikut prihatin dan mendoakan keselamatan mereka. Keprihatinan itu terlihat dari tagar-tagar yang tersebar di media sosial berisi doa untuk Palu. Adapula yang langsung berinisiatif menggalang dana yang diperuntukkan sebagai bantuan bagi korban.
