Kenapa lambang negara karya Sultan Hamid II memenangkan sayembara penciptaan lambang negara yang diadakan oleh negara, dihelat Menteri Prijono saat itu? Karena dia memang cerdas. Dia memahami apa maunya sang idiolog Soekarno. Jika tidak cerdas, maka Sultan Hamid tidak akan menghimpun banyak referensi lokal, nasional dan internasional dan mempelajari pidato-pidato Bung Karno tentang Pancasila. Sultan Hamid berhasil meraup semua nilai-nilai Pancasila itu dan dituangkan secara indah di Lambang Negara. Sesuatu yang pantas dibanggakan dengan tagline, “Garuda Di Dadaku”.
Adagium belajar Sultan Hamid yang patriotik-nasionalis amat Pancasilais. Sosok individu dalam tatatanan pergaulan lokal, nasional dan internasional yang membanggakan seluruh lapisan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ia layak jadi sumber inspirasi generasi muda untuk mengidolakannya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. (*Penulis adalah Guru Pedalaman Kalbar – SMPN 3 Belitang Hilir Sekadau, Pemerhati Komunikasi Data Sistem Informasi Publik)
