Opini

Para Guru Diberi Ruang Kemerdekaan yang Luas

Para Guru Diberi Ruang Kemerdekaan yang Luas

Ia mengambil salah satu. Sebelum genggaman dibuka, ia bertanya apakah si renternir berani menebak warna benda yang digenggamnya. Kalau betul tebakannya ia bersedia diperistri. Dalam pikiran perempuan itu, jika berani menyebutkan warnanya (hitam) pasti si renternir curang. Demikian juga, jika si renternir tidak berani menyebutkan, pasti juga curang. Nah, akhirnya bebaslah si perempuan tersebut, karena si renternir sungguh curang. Kedua benda berwarna hitam.

Mendapatkan cara berpikir dan bertindak seperti ini tentu tidak gampang bagi mereka yang selalu hidup dengan JUKLIS dan JUKLAK. Karena itu, para guru mesti dibebaskan dari kebiasaan ini lebih dahulu.

Caranya? Menteri Nadiem mesti men-inplantasi ‘Five discovery skills’ (Jeff Deyer dkk, 2011) yang dimiliki para pembawa Innovator’s DNA, seperti yang dimiliki Menteri Nadiem sendiri. Kelima ketrampilan itu adalah: quetioning, observing, networking, experimenting, dan associating. Kelima ketrampilan ini mesti ditumbuhkan pada setiap orang guru.

Karena bersifat inplantasi, maka model pelatihan seperti sebelum ini, yaitu model instruktur mesti diubah dengan diganti dengan model pemberdayaan. Semoga!

Pakem Tegal,Yogya, 25-11-2019