Oleh: Leo Sutrisno
Dalam tiga dasa warsa terakhir ini, kita menyaksikan ledakan dunia maya yang perkembangannya mirip dengan ledakan dunia nyata yang dikenal dengan istilah ‘Dentuman Besar / Big bang’, sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Ledakan dunia maya ini disebabkan oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi yang sangat pesat yang menghasilkan perangkat telpon genggam. (HP). Teknologi telekomunikasi menghasilkan perangkat telpon genggam yang beraneka model dan spesifkasinya.
Di awal tahun 1990-an, orang yang ingin berkomunikasi dari jarak jauh dengan keluarga atau relasinya masih banyaj yang antri di ‘Wartel-wartel – warung telekomunikasi’. Antrian akan semakin panjang menjelang tengah malam, karena pada lewat tengah malam para pengelola wartel memberi potongan harga yang cukup besar. Kala itu, komunikasi jarak jauh via telpun sudah ramai, walalupun masih terasa sebagai ‘barang mewah’.
Tetapi, kini, hampir tiga puluh tahun kemudian, komunikasi jarak jauh sungguh menjadi hal yang biasa.. Dengan perangkat telpon gengggamnya, hampir setiap orang dapat melakukan komunikasi jarak jauh. Karena lawan komunikasinya tidak hadir secara nyata dan hampir dilakukan oleh setiap orang di seluruh dunia, maka kini munculah istilah ‘dunia maya’.
Kini kita semua ‘hidup’ dalam dunia maya. Bukan hanya cara berkomunikasi yang mengalami perubaahan, tetapi juga isi yang dikomunikasikan pun berubah baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Itu terjadi akibat kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat.
Dewasa ini, setiap orang diterjang ‘banjir bandang’ informasi selama 24 jam sehari. Sekali lagi bukan hanya jumlahnya yang sungguh amat sangat banyak tetapi juga kualitasnya yang sungguh beragam, dari yang sangat bagus hingga yang sangat jelek, bagai ‘sampah kotor’.
