Opini

Pasinaon: Napsu dan pamrih

Pasinaon: Napsu dan pamrih

Pamrih dapat terlihat dalam beberapa sikap. Selalu ingin menjadi orang yang pertama (mênangé dhéwé), menganggap dirinya selalu betul (bênêré dhéwé), dan hanya memperhatikan keperluan sendiri (butuhé dhéwé). Selain itu juga terlihat pada kebiasaan menarik keuntungan dari setiap situasi tanpa memperhatikan masyarakat (aji mumpung). Pamrih juga muncul dengan menganggap bahwa dia mempunyai hak lebih banyak dari yang lain karena berjasa (dumèh).

Sikap dasar yang dianggap luhur (oleh orang Jawa) adalah jauh dari pamrih (sêpi ing pamrih). Seseorang yang ‘sepi ing pamrih’ tidak lagi gelisah dan prihatin terhadap diri sendiri. Ia ssemakin lepas dari napsu ingin memiliki. Dan, tentu saja, menjadi tenang hidupnya.

Mangga kaoncekana.
Nuwun
Pakem tegal 13-2-2019