Pantun Presiden menegaskan bahwa Skep Hartunas memang laik dan layak. Pantas dijadikan hari khusus, agar filsafat pantun tak hilang ditelan zaman.
Hartunas masih lama. Masih lima bulan lagi. Yakni 17 Desember sesuai penetapan pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh badan sain dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yakni Unesco.
Pantun Presiden RI menegasikan persiapan menyongsong Hartunas untuk lebih baik. Sistematis. Terstruktur. Massif. Besar faedahnya dalam membangun sastra dan budaya. Dalam membangun karakter bangsa yang kini makin tergerus oleh westernisasi dan demoralisasi.
Untuk itu, terimakasih atas pantun-pantunnya Bapak Presiden Prabowo. Kami nantikan pantun-pantun berikutnya. Dan siap menerima arahan, bagaimana kita menyambut, mengisi, dan memaknai Hartunas 2025 dan seterusnya. Memetik manfaat dari sastra lisan yang tumbuh berabad-abad lamanya di Bumi Nusantara. * (Penulis adalah pegiat Hartunas, dapat dihubungi di 08125710225/[email protected])
Mau gabung dengan WAG Pantun Mendunia? klik >>> link berikut
