Bapak, Ibu… Rakyat tidak meminta hal yang macam-macam. Mereka bahkan siap untuk hidup susah dan menderita bersama-sama. Jadi, marilah kita juga mau merasakan hal yang sama, atau setidaknya berempati kepada rakyat.
Coba perhatikan foto ini. Setahun yang lalu, foto ini sudah viral dan tersebar di mana-mana. Ini adalah foto saat Perdana Menteri Singapura sedang rapat dengan para menterinya. Orang-orang di foto ini adalah para elite dari negara super kaya, yang pendapatan per kapitanya saja mencapai 1 miliar per tahun.
Namun, lihatlah, mereka rapat bahkan membawa botol minum sendiri. Ruangan rapatnya pun sangat sederhana. Tidak ada karpet mewah, lampu gantung, atau pernak-pernik lainnya.
Rakyat tidak meminta hal yang macam-macam. Mereka hanya meminta senasib sepenanggungan. Sungguh tidak adil jika rakyat dipaksa membayar pajak, sementara pajak para pejabat, ASN, dan pegawai BUMN ditanggung oleh negara. UMKM dipaksa habis-habisan membayar pajak, tetapi para pejabat justru bergelimang tunjangan. Mereka memamerkan hidup mewah, bahkan meneriaki rakyatnya dengan sebutan tolol! Rakyat harus berhadapan dengan kemacetan, sementara para pejabat bisa menggunakan pengawalan khusus. Rakyat harus antre demi mendapatkan LPG dan sulit membeli beras, sementara pejabat bisa jalan-jalan ke luar negeri dengan uang negara. Mari kita sadari hal ini.
