Alhamdulillah itu terjadi di tengah pandemi. Hal yang hampir mustahil terjadi dalam situasi normal. Jujur, rata-rata yang terlibat adalah para profesional di bidangnya. Artis sohor, MC papan atas, selebgram, hingga musisi legend asal Kalbar. Selain honor yang selangit, tentu booking waktu yang tidak bisa mendadak. Dengan budget terbatas dan persiapan event yang tidak sampai sebulan, agak tipis kemungkinan acara-acara besar itu bisa terlaksana dalam situasi normal.
Saya ingin mengatakan, bahwa corona itu faktor luar, kreatifitas di dalam diri jangan mati. Melebihi itu semua, kekuatan bangsa yang telah ditanamkan oleh pendahulu kita: kolaborasi dan kerja keras-ikhlas-tuntas, jangan ditinggalkan. Kekuatan ini telah hilang di tengah perbincangan kita sebagai bangsa. Kita lebih asik mengolok, menjatuhkan bahkan memenjarakan saudara se-tanah dan se-air. Suasana kebatinan bangsa menjadi keruh. Kita perlu revolusi narasi mengangkat nilai-nilai luhur bangsa. Butuh sekali. Mendesak.
Pantun merupakan tool komunikasi paling relevan di era post-truth ini. Di tengah polarisasi anak negeri. Pantun bisa menjadi alat komunikasi sosial dengan nilai-nilai adiluhung. Dengan pantun, kita bisa berkolaborasi, alih-alih kompetisi. Mencari solusi, alih-alih selisih. Bersama mengayuh biduk negeri keluar dari jerat corona dan resesi.
Bunga kasturi mekar merekah
Hadiah sang pemberi karunia
Same-same kite satukan langkah
Agar pantun makin mendunia
