Prosesnya tidak mudah. Data dikumpulkan dari lapangan, selama berhari-hari. Lalu dibawa ke kantor dan diolah dengan penuh ketelitian. Satu kesalahan kecil saja—misalnya salah klik rumus atau terhapusnya satu kolom—bisa berakibat fatal. Bahkan hal pribadi seperti patah hati atau kurang fokus saat input data bisa menyebabkan kekeliruan.
Namun saya yakin: kesalahan itu bukan disengaja. Biasanya ada mekanisme koreksi dan perbaikan data. Dan jika suatu saat data dimanipulasi, itu tentu bukan dari para statistikawan muda ini.
Ingat, statistik adalah ilmu yang objektif dan independen. Ia seharusnya bebas dari kepentingan politik atau pencitraan. Sayangnya, ketika “pihak lain” ikut campur, semuanya jadi rumit. Ada yang ingin terlihat sukses, ingin tampil hebat di depan media. Astagfirullah. Jangan kan data statistik, undang-undang pun bisa diubah demi kekuasaan.
Tapi saya tetap percaya pada para statistikawan muda BPS. Saya melihat wajah-wajah mereka. Saya pernah berinteraksi langsung dalam berbagai acara. Mereka punya semangat, idealisme, dan kapasitas untuk membuat Indonesia lebih baik.
Jangan pernah terkontaminasi oleh pola pikir yang merusak. Jadilah abdi negara yang gagah berani hingga akhir hayat. Jabatan dan pekerjaan hanyalah urusan dunia. Tapi kejujuran, integritas, dan prinsip hidup, itulah yang akan kita bawa sampai akhirat.
(Tere Liye, penulis novel “Teruslah Bodoh, Jangan Pintar”)
