Dia Yus. Asli putra Dayak. Mahasiswa Teknik Elektro UNTAN, konsentrasi Teknik Kendali, angkatan 2014. Dia lah yang akhirnya tadi pagi berhasil mendapat nilai A untuk sidang sarjananya. Dengan nilai IPK 3.3, maka pantas pula dikatakan ia nyaris sempurna sebagai seorang sarjana. Ia lah yang di skripsinya tadi berhasil merancang controller untuk pengisian baterai 12 volt agar dapat digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dengan spesifikasi 500 watt peak dengan tujuan untuk peningkatan efisiensi serta mencegah terjadinya over voltage. Ia mendapatkan ide skripsinya ini ketika selama beberapa bulan Kerja Praktek di PT. Lentera Bumi Khatulistiwa milik Ricky Elson di Ciheras, Tasikmalaya.
Dia Yus. Sampai tadi pagi ketika ia sidang, ia masih memelihara rambut gondrongnya. Walau tentu saja pandai menempatkan diri. Rambut diikat rapi, mengenakan jas dan berdasi. Dia slenge’an, memang. Tapi Yus tidak merokok, apalagi mabuk-mabukan dengan arak 5 ribuan. Ia menyibukkan dirinya dengan belajar dan mencari uang. Tidak pernah mengharapkan kiriman orang tua di kampung setiap bulan. Dia kader yang mencoba menerjemahkan makna sebagai budak Teknik: gondrong, tapi beriman, berilmu, berkualitas, dan militan.
