Senget

Haji Kepinding

Haji Kepinding

Di sinilah Arief Hasbillah menggambarkan kisah “senget” bin lucu tentang Haji Kepinding. “Kepinding tahu?” ungkapnya kepada majelis pengajian Isra’ dan Mikraj?
Jamaah menjawab, tahu. Yakni binatang yang sangat kecil.
“Nah, kepinding tak mungkin bisa berangkat haji dengan tubuhnya yang sangat kecil itu. Sebab tidak masuk akal. Namun jika dia menempel di kopiah haji seorang jamaah. Maka si kepinding bisa ikut terbang dari Pontianak ke Batam. Dari Batam ke Jeddah. Dari Jeddah ke Mekah. Jadilah dia haji kepinding.”

Ketika si kepinding ini ikut pulang ke Pontianak, dia bercerita kepada sesama kepinding. “Bahwa aku telah berhaji.” Tentu kepinding lain tertawa terbahak-bahak. Sebab tak mungkin dengan tubuh kecil mungil kepinding bisa sampai ke benua Afrika.

Baca Juga:Tak Tahan Geli

Tetapi logika membenarkan, bahwa dia bisa berhaji karena “diperjalankan”. Ia menempel di kopiah haji seorang jamaah.

Begitulah, kata Arief Hasbillah. Jika ada orang yang bertanya soal logika keberangkatan Muhammad dari Mekah ke Palestina bahkan sampai langit ketujuh hanya dalam satu malam, bahkan menurut riwayat tempat tidurnya pun masih panas, adalah logis. Kisahkan saja perihal Haji Kepinding. Jamaah yang mendengarkan pun tertawa lebar. (Nuris)