Oleh: Yusriadi
Perkembangan jagad sosial hari ini membawa media pada persimpangan jalan. Media dibawa pada pilihan: Jalan kanan atau jalan kiri.
Celakanya, pilihan kiri atau kanan membuat media menjadi galau. Media seperti kehilangan jati diri sebagai pilar demokrasi, pengawal kebenaran, dan pendidik masyarakat. Akibatnya, media seperti kehilangan roh kehidupan: mereka kehilangan sebagian dari kepercayaan publik.
Sebenarnya bukan tidak ada upaya untuk mengatasinya. Di sana sini ada upaya pembenahan dilakukan. Niat kembali ke jalan yang ideal terlihat juga di mata publik.
Namun, apa daya, keadaan sekarang memang sangat berat. Di tengah kebingungan saat memilih jalan, media dihadapkan pada realitas yang semu: semua yang ada di hadapan mereka menjadi samar-samar. Sesuatu yang salah dapat menjadi sesuatu yang seakan benar. Dan, sesuatu yang benar terlihat “macam benar” atau meragukan.
Propaganda –entah apapun nama dan jenisnya, telah menyebar dan mendompleng setiap asupan informasi yang beredar dewasa ini. Teman dan lawan berganti wajah dan peran, datang membawa kabar, membocorkan informasi, menawarkan sesuatu, memforward jutaan bahan yang harus disaring media, setiap saat, setiap hari.
