Terajuk Rencana

Membangun Kepercayaan pada Media Kita

Membangun Kepercayaan pada Media Kita

Belum lagi, kapitalisme yang datang dan mengancam. Disrupsi teknologi yang terjadi di era ini, sangat-sangat berdampak pada media, membuka kesempatan kapitalisme menawarkan kacamata yang nampaknya baru: kacamata kuda. Kacamata ini membuat awak media semakin sulit membedakan kawan dan lawan, kebenaran dan kebohongan, kiri dan kanan.

Media, sebagiannya, jelas terperangkap perspektif ini. Iklan atau bantuan menjadi seperti tuhan dalam kehidupan mereka. Sehingga akhirnya media dengan mudah menjadi bagian dari strategi dan propaganda.

Itulah situasi yang kita jumpai saat ini. Hari ini, sebagian media karena pilihannya selama ini, telah kehilangan sebagian kepercayaan publik. Informasi media tidak lagi (kurang) dipercaya –dan sebaliknya dicurigai menjadi bagian dari media setting untuk kepentingan “penyampaian pesan”.

Situasi ini membuat kita prihatin dan sekaligus juga cemas. Pesimisme membayangi pikiran dan tindakan kita.
Tetapi, karena kita ingin terus hidup dan tumbuh, tentu pesimisme harus dibuang jauh. Kita harus menaruh harapan bahwa perbaikan-perbaikan bisa dilakukan. Media masih bisa berbenah diri untuk mendapatkan kepercayaan mayoritas warga. Media masih bisa berkembang sekalipun perkembangannya tidaklah sebaik tahun-tahun terakhir abad ke-20.