Keseimbangan adalah aspek penting dalam kehidupan laksana neraca, laksana langgam keadilan. Kearifan lokal etnik di Kalbar pun menekankan aspek keseimbangan atau keadilan ini. Lihat etnik Dayak menyebutkan, “Adil ka’talino”. Begitupula Melayu menyebutkan bahwa “Raja adil – raja disembah — Raja lalim – raja disanggah”. Di dalam ilmu jurnalistik keadilan adalah salah satu nilai “fairness” yang sangat penting sehingga dalam teori kepenulisannya dikenal istilah peliputan berimbang alias “cover bothside”. Teraju jadi acuan. Neraca jadi kesetimbangan. Keadilan jadi cakrawala di angkasa yang menjadi idealita. Kepada arti nama ini kami berkhidmat diri maupun profesi.
Kamus Umum Bahasa Indonesia ternyata memuat kata teraju ini. Selain yang sudah dijelaskan tersebut di atas, bahwa teraju mengacu kepada tali keseimbangan pada permainan kelayang, dia juga tali atau rantai yang mengikat secara seimbang lampu yang digantungkan. Lampu adalah penerang. Penerang adalah “enlighten”. Simbol cahaya yang melawan kegelapan. Berarti pula media ini menyajikan informasi yang terang benderang sekaligus melawan isu, syakwasangka, prasangka, bahkan fitnah.
