Travel

Hari-hari Pertama Menjelajahi Pontianak

Hari-hari Pertama Menjelajahi Pontianak

Pada hari Jumat kak Isma dan Vilda menemani saya ke museum. Tapi dulu kami pergi ke kantor pos, karena saya mau beli perangko untuk kirim surat surat ke Jerman.

Di museum saya belajar banyak tentang sejarah Melayu, Dayak dan Cina. Kak Isma dan kak Vilda mengajar saya kosa kata baru, misalnya “jaman dahulu”.
Karena kami merasa lapar, kami pergi ke restoran Sambal Jambal. Di situ makanannya enak, tapi pedas. Saya coba ikan asin, kangkung dan sambal yang sangat pedas.

Pada malam saya ikut kak Mia ke theater topeng. Kami menonton Pengabdi Mantan. Orang orang selalu tertawa, tapi berbicaraan cepat dan dalam bahasa Melayu, jadi saya tidak mengerti banyak. Meskipun begitu saya senang ikut kak Mia.

Pada hari Sabtu saya rapat evaluasi dengan bu Dwi. Dia mengajak saya ikut arisan. Arisan adalah isi penting dalam budaya Indonesia. Di arisan saya bertemu dengan ibu ibu tetangga dan saya makan sayur nangka muda pertama kali.

Pada malam harinya saya ikut kak Febri ke cafe dekat sungai. Kami bertemu dengan kak Imam dan kak Agung. Di situ saya minum lidah buaya pertama kali, itu segar.