Oleh: Ustadz Luqmanulhakim Ashabul Yamin
A’udzubillahi minasysyaithonirrajim…
Bismillahirrahmanirrahim..
Allahumma inna nas-aluka ilman nafi’an, wa rizqon wasi’an halalan thayyiban wa amalan mutaqabbalan…
Allahumma inna na’udzubika min ilmin laa yanfa’, wamin qalbin laa yakhsya’, wa minnafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajabulaha…
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ali sayyidina Muhammad…
Alhamdulillah hari ini kita dibangunkan Allah. Lalu beberapa orang sudah menyusun planning hari ini kemana, bikin ape. Insyaallah semuanya selalu dalam kebaikan. Aamiin ya rabbal’alamin.
Hari ini kita masih belajar, duduk sama-sama. Bagian dari perintah Allah. Saya pernah cerita ke antum semua, masalah boleh datang bertubi-tubi, kendala, halangan, rintangan. Maksud bertubi-tubi itu bagaimana? Baru selesai, datang lagi. Ujian akan datang terus.
Ada saja bentuknya. Ada kebaikan, ada keburukan. Selama Tuhannya Allah, masih hidup di dunia, akan terus diuji sampai mati. Koq gitu? Memang begitu. Tapi, ada satu yg tidak boleh hilang, yaitu prasangka baik terhadap Allah.
Hari ini saya mengalami episode yang nyambung. Prasangka baik kepada Allah menentukan cara bagaimana Allah menolong kita. Sesederhana itukah Allah memberikan bantuan? YES!
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
