in

Teruslah Berbuat Baik…

Kajian Subuh Menggapai Keberkahan Ahad, 14 Dzulqo’dah 1441 H/5 Juli 2020 (05.24-06.18 WIB)

WhatsApp Image 2020 07 05 at 08.33.45

Oleh: Ustadz Luqmanulhakim Ashabul Yamin

A’udzubillahi minasysyaithonirrajim…
Bismillahirrahmanirrahim..
Allahumma inna nas-aluka ilman nafi’an, wa rizqon wasi’an halalan thayyiban wa amalan mutaqabbalan…
Allahumma inna na’udzubika min ilmin laa yanfa’, wamin qalbin laa yakhsya’, wa minnafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajabulaha…
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ali sayyidina Muhammad…

Alhamdulillah hari ini kita dibangunkan Allah. Lalu beberapa orang sudah menyusun planning hari ini kemana, bikin ape. Insyaallah semuanya selalu dalam kebaikan. Aamiin ya rabbal’alamin.

Hari ini kita masih belajar, duduk sama-sama. Bagian dari perintah Allah. Saya pernah cerita ke antum semua, masalah boleh datang bertubi-tubi, kendala, halangan, rintangan. Maksud bertubi-tubi itu bagaimana? Baru selesai, datang lagi. Ujian akan datang terus.

Ada saja bentuknya. Ada kebaikan, ada keburukan. Selama Tuhannya Allah, masih hidup di dunia, akan terus diuji sampai mati. Koq gitu? Memang begitu. Tapi, ada satu yg tidak boleh hilang, yaitu prasangka baik terhadap Allah.

Hari ini saya mengalami episode yang nyambung. Prasangka baik kepada Allah menentukan cara bagaimana Allah menolong kita. Sesederhana itukah Allah memberikan bantuan? YES!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (QS. An-Nisa’ 4:79)

Hidup manusia itu fa alhamaha fujuraha wa taqwaha. Setiap manusia dikasih Allah dua hal:

  1. Fujur (nafsu)
  2. Taqwa (taat)
    Saat mendapatkan nikmat misalnya uang, akan terjadi pergolakan antara fujur dan takwa. Ketika fujurnya lebih kuat, maka terjadilah dosa. Ingat, maksiat itu enak dan bikin ketagihan namun ada efek samping berupa kehampaan.
    Saya dikarenakan karunia Allah, sering ketemu dengan orang yg hampa seperti ini. Saya langsung tembak, ada gak 3K dalam hidupnya? Ketenangan, kebahagiaan, keberkahan.

Taqwa itulah fitrah asli manusia. Jadi kawan-kawan semua, ketika kita diberikan fujur dan takwa, kita sebenarnya cenderung kepada taqwa, namun fujur ini datangnya berulang-ulang. Dari kawan, dari orang yg dihormati, dari siapapun.

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ” (QS. Luqman 31: 15)

Baca Juga:  Hari Ibu: Ibu, Bahasa, dan Bahasa Ibu

Namun, kesalahan sebagian besar ketika sudah mengetahui agama. Kita langsung tembak. Cara terbaiknya adalah bermuamalah dengan akhlak terbaik. Berikan makanan kesukaan beliau. Sederhana sebenarnya, martabak 30 ribu. Namun melalui wasilah tersebut, Allah hadirkan kebaikan melalui doa orang tua kita. Ini PR kita untuk merendahkan ego saat menghadapi orang tua yang bertentangan dengan keinginan kita.

Kembali ke fujur dan takwa. Sejak remaja, sudah terinstal dalam hidup kita. Apalagi ketika berada di orang-orang yg terbiasa bermaksiat. Akan terlihat seperti biasa saja maksiat tersebut. Sama seperti kita yg jika berada di dalam tempat yg busuk, awalnya menolak, lama-lama terbiasa dan menerima.

Ketika fujur sudah dominan, وحول شهوات.
Wuhulu syahwat setiap orang berbeda-beda. Ada yg bentuknya benda, ada yg berbentuk kebiasaan. Ghibah, narkotika, video porno, dll. Ini akan terjadi ketika ngumpul dengan teman-teman yg sejenis. Lagi ngapain sih dia? Lagi mengisi kehampaan hatinya. Namanya hati yg palsu, diisi juga dengan kebahagiaan yg palsu.

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَّوَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰىهُ حِسَابَهٗ ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِۙ

“Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. An-Nur 24:39)

Kafir di sini bukan yg KTP-nya non muslim ya. Tapi mereka adalah yg ingkar pada Allah dan hari akhir. Amal perbuatan mereka seperti fatamorgana, dikiranya projectnye, tendernya mendatangkan air. Mereka orang yg dahaga, selesai party dikira kehampaannya hilang. Tapi hampa lagi, dan berbuat lagi. Tidak ada apapun yg tersisa dari air itu.

Saya sudah kerja keras lho ustadz, tak ade orang yg lebih keras kerja daripada saya. Pergi anak masih tidur, datang anak sudah tidur lagi. Tapi harta seolah tidak berbekas. Setelah didatangi, salto-salto, ternyata tidak mendapatkan apapun. Endingnya pasti penyesalan. Kemana aja gue selama ini, kenapa tidak kepikiran dari dulu ya. Apakah iblis tinggal diam? Sudah terlambat bro, lanjutin aja udah.

Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, sebanyak apapun dosa-dosa kita di masa lalu. Jangan pernah teman-teman x berputus asa dari rahmat Allah. Menyesal atas kejadian di masa lalu, itu wajar. Allah itu Maha Pengampun atas semua dosa yg kita lakukan di masa lalu.

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Baca Juga:  "Gong Xi - Gong Xi"

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar 39: 53)

Allah jika sayang dengan seseorang, disebutNya ‘abdi (hamba). Level tertinggi manusia di hadapan Allah adalah sebagai hamba. Kita dipertemukan oleh Allah, tidak ada yg kebetulan. Kita bukan bertemu, tapi dipertemukan.
Kita itu tidak pernah berjalan, tapi diperjalankan.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya ……” (QS. Al-Isra’ 17:1)
Apakah Allah mengetahui bahwa kita mempunyai dosa? Sangat mengetahui. Allah mengampuni semua dosa. Semua? Iya, semuanya.

Kenapa sih bikin dosa, diampuni. Bikin dosa lagi, diampuni lagi. Aku ini Maha Penyayang kata Allah. Kita bukan hijrah, tapi dihijrahkan oleh Allah. Pernah kan merasa ketika sudah ingin berbuat jahat, Allah gagalkan. Untuk teman-teman yg hari ini masih belum berada di lingkungan yg baik, jangan pernah berputus asa dari Allah.
Pernah dengar pezina yg masuk surga? Apa sih maksudnya? Allah Maha Penyayang dan penerima taubat hambaNya, serta rahmatNya yg sangat luas.

“TIDAK ADA SATU ORANG PUN YANG MASUK SURGA KARENA AMAL SHOLEHNYA.”
Kita masuk surga hanya karena 2:

  1. Ridho Allah
  2. Rahmat Allah

Sama seperti membuat video 5 menit, perlu beberapa kamera dan stok video 1 jam. Kita perlu stok yg banyak juga amal kebaikan teman-teman. Biarlah Allah yg memilih.
Rabbana taqabbalal minna.
Tidak pernah tau kita teman-teman, yg mana yg diterima oleh Allah. Jangan pernah sombong dengan amal sholeh kita. Analogi fotografi tadi, kita perlu banyak amal sholeh.

Ibu saya ada amalan menyikat WC saat orang-orang sedang tidur. Saat itulah, beliau berdoa untuk anaknya semoga menjadi orang yg hebat, orang yg besar.
Allah tidak akan menyia-nyiakan amal sholeh kita. Jangan pernah merasa rugi berbisnis dengan Allah. Sekecil apapun, Allah akan balas. Jangan salah pilih Tuhan, jangan salah pilih sandaran, jangan menggantungkan harapan sama selain Allah.
Balasan itu bukan hanya ke kita, bisa jadi ke anak keturunan kita kelak, atau cucu-cucu kita. Sekecil apapun amal sholeh yg kita lakukan, pasti akan dibalas oleh Allah. Tapi ujiannya juga banyak. Kapan ya Allah, datang pertolongan. Janganlan kita, sahabat yg hidup bersama dengan Rasulullah juga bertanya. Kapan datang pertolongan Allah. Karena memang saat itu sangat sulit, diperangi, lapar, diembargo, dll.

“Kebaikan apapun yg kita lakukan, tidak akan disia-siakan oleh Allah.”

Masjid Kapal Munzalan Mubarakan 2
Amal Pendidikan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 05 at 14.25.08

Prof Meutia: Tidak Pernah Keluar dari Mulut Bung Hatta bahwa Sultan Hamid Pengkhianat

WhatsApp Image 2020 07 06 at 04.54.42

Kisah di Balik Suksesnya AGSI Mengupas Peran Kesejarahan Sultan Hamid