Oleh Sukron Al-Farisi
Ketika mendengar perintah untuk menulis sebuah buku, dalam benak saya langsung terbesit sebuah pertanyaan apakah saya bisa membuat buku? Sebab saya tidak pernah berpengalaman menulis. Mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya tidak pernah merasakan hal itu, seperti halnya saya tidak pernah membuat cerpen, artikel, apalagi buku! Karena saya rasa hal semacam itu adalah rumit, padahal faktanya tidak serumit yang dibayangkan.
Dalam hal menulis yang sering saya rasakan adalah kebingungan untuk merangkai sebuah kata-kata. Apa yang saya tulis apakah sesuai dengan tata cara standar kepenulisan atau bahkan tulisannya ngawur, seperti koma, tanda tanya, tanda petik, tanda seru, titik dan lain-lain. Namun di sisi lain benak saya mengatakan saya harus menulis walaupun tidak sesuai dengan standar kepenulisan, mungkin dengan tuntutan inilah saya bisa mewujudkan apa pernah diimpikan yaitu mempunyai sebuah buku.
