Community

Tuak Rasa Leci

Tuak Rasa Leci

Oleh Hermayani Putera

Alam dan budaya bagi masyarakat Dayak di Kalimantan tempatku bekerja adalah satu kesatuan, ibarat dua sisi dari koin. Keduanya saling bersisian, saling mengisi, dan saling menegaskan. Upaya melestarikan hutan dan menyejahterakan masyarakat harus diletakkan dalam perspektif melestarikan adat dan budaya.

Dalam prakteknya, hubungan erat antara alam dan budaya masih bisa aku saksikan dalam beberapa kesempatan menghadiri acara adat beberapa kelompok masyarakat di tempatku bekerja. Selalu ada ritual ketika mulai musim berladang agar terhindar dari berbagai gangguan hama penyakit tanaman ataupun ketika selesai panen sebagai bentuk syukur. Hal ini biasanya diekspresikan dalam upacara adat di kampung, seperti Dange pada masyarakat Dayak Kayaan di DAS Mendalam, atau Niki’ Benih pada masyarakat Iban di sekitar lintas utara Kapuas Hulu, dan Pamole’ Beo’ Banuaka di kelompok masyarakat Tamambaloh.

Di kalangan masyarakat Dayak Taman juga upacara sejenis ini, dinamakan Mandung. Ekspresinya berbeda dan beragam sesuai tradisi dan adat masing-masing kelompok masyarakat Dayak. Namun ada yang bisa ditarik sebagai benang merah: menjaga harmoni manusia dan alam melalui serangkaian upacara adat.