Oleh: Nur Iskandar
Lagu Gong Xi akrab di telinga saya sejak kecil. Di depan rumah ada tetangga Tionghoa yang suka memutar lagu-lagu Mandarin dengan pengeras suara jenis salon seukuran depa tangan saya sewaktu kecil. Apiau dan Amiau adalah kawan sepantaran main. Rumahnya juga adalah warung serba ada yang melayani warga untuk berjual-beli.
Setiap lebaran Idul Fitri “Maknyah” dan “Pak Alau” yakni si ibu dan si bapak tetangga selalu berkirim roti kaleng ke rumah. Begitupula di tahun baru Imlek, kami biasa berkirim kue lapis ke rumah tetangga. Akrab dan karib seperti keluarga besar sesama paman dan bibi. “Nanak ada beda-beda”.
Begitulah contoh teladan telah ditunjukkan orang tua kami. Bahwa kata toleransi itu tidak pernah kami dengar dari mulut mereka, tapi nyata. Hadir dalam kehidupan sehari-hari.
