Berita

300 Antropolog Indonesia Nyatakan Darurat Keindonesiaan

300 Antropolog Indonesia Nyatakan Darurat Keindonesiaan

teraju.id, Pontianak–Sekitar 300 antropolog dari seluruh Indonesia menyatakan darurat ke-Indonesia-an. Mereka menilai dari berbagai pertanda yang jelas  telah memperlihatkan nilai-nilai keindonesiaan, termasuk semboyan kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika terus menerus digerus.

Hal tersebut mereka sampaikan melalui pers rilis yang diterima redaksi teraju.id, Jumat (16/12).

Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 –yang kemudian dipelihara oleh konstitusi dan Pancasila. Indonesia merupakan rumah bersama dari keragaman agama, ras, etnis, gender, kepercayaan, keyakinan, kelas sosial, dan sudut pandang. Indonesia bukan hanya yakin tapi juga bangga dengan Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tapi satu.

Namun beberapa peristiwa belakangan memperlihatkan adanya kelompok-kelompok yang mempertajam perbedaan dengan melakukan politik identitas. Sering terlihat upaya yang justru menegaskan perbedaan, menarik garis batas antara yang satu dan yang lainnya, maupun mengucilkan yang berbeda. Ada pula pemaksaan kehendak atas mereka yang dianggap berbeda.

Lebih dari sepuluh tahun terakhir berbagai peristiwa kekerasan dan penyingkiran sudah dicatat para peniliti. Dalam banyak peristiwa tersebut, pemerintah pusat dan daerah serta aparat penegak hukum sering tampak tidak secara sepenuhnya bisa mengantisipasi dan/atau memberi perlindungan. Tidak sedikit elit politik menggunakan diskursus yang memecah belah dan menggerus nilai keindonesiaan kita.