teraju.id, Pontianak – Setelah kembali dari program pertukaran pelajar selama setahun di negeri Paman Sam (2015-2016), Yenni Qatrunnada membuat program unik. Namanya: Bismillah We Can (Dengan Nama Allah Kita Bisa).
“Kami berniat mengajarkan tulis-baca Alquran kepada anak-anak di kampung kawasan Danau Sentarum yang relatif jauh dari pusat kota,” kata dara kelahiran Nanga Suhaid, Kapuas Hulu kepada media online teraju.id. Untuk itu pengumpulan buku metode ikra telah dilakukan dan didapatkan tak kurang dari 20 buku.
Bermodalkan tekad bulat dan buku pedoman pembelajaran baca tulis quran, Yeni akan pulang kampung setelah mengikuti ujian nasional di bangku sekolahnya SMAN 3 Pontianak. Ia akan menjalankan program Bismillah We Can dengan seorang teman akrabnya. “Ya saya hanya berdua. Semoga nanti akan bertambah dengan dukungan remaja se-kampung,” ungkapnya.
Yeni tercatat sebagai pelajar pertukaran ke Amerika Serikat di negara bagian New York pada tahun 2015-2016. Ia terpilih dari 40-an peserta seleksi se-Kota Pontianak dan sekitarnya yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya Chapter Pontianak. Bina Antarbudaya sendiri telah mengirim ribuan pelajar dalam pertukaran ke manca negara selama 60 tahun terakhir ini.
