Community

Kebermaknaan Tahun Baru “Hatsumode” ala Jepang

Kebermaknaan Tahun Baru “Hatsumode” ala Jepang

Oleh: Juharis

Hingar bingar perayaan tahun baru sudah mulai tercium. Pasalnya tahun baru hampir tiba, tinggal menghitung jari. Rencana acara besar seperti festival dan semisalnya sudah tergambar oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia entertainment. Sebabnya, momentum tahun baru menjadi sasaran yang empuk untuk dijadikan ajang mengobarkan kemeriahan. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga tua tak luput dari euforia pergantian tahun.

Bagi sebagian orang tahun baru adalah masa yang dinanti-nantikan. Pedagang misalnya, bermunculanlah pedagang dadakan. Kesempatan meraup keuntungan yang cukup besar membuat beberapa kalangan tidak mengabaikan begitu saja kesempatan yang ada. Sebagaimana teori polisi niat dan kesempatan, tapi ini bukan kita asumsikan ke tindak tanduk kejahatan. Akan tetapi, di kalkulasikan kepada niat ditambah kesempatan menghasilkan keuntungan. Nah, perlu digaris bawahi adalah output-nya berupa keuntungan.

Hal ini berjalan kelindan dengan banyaknya permintaan orang-orang terhadap barang-barang yang dibutuhkan saat malam puncak tahun baru, dalam hal ini katakanlah aksesoris berupa terompet. Menginterkoneksikan antara permintaan dan penawaran yang merupakan anak kandung dari konsumsi dan produksi adalah kewajaran yang terjadi dalam dunia ekonomi. Ketika keuntungan besar maka orang akan beralih ke produksi, dengan kata lain menjadi penjual.