Community

Kebermaknaan Tahun Baru “Hatsumode” ala Jepang

Kebermaknaan Tahun Baru “Hatsumode” ala Jepang

Kebermaknaan tahun baru begitu banyak, hal ini dilatarbelakangi mozaik pemikiran yang warna warni. Dalam persepsi Islam ada yang menjadi polemik. Terutama dalam keikutsertaan perayaan yang diadobsi dari barat. Muncullah nanti berupa tasyabbuh atau menyerupai kaum kafir. Tasyabbuh memang tidak diperbolehkan di dalam Islam. Sebagaimana Hadits dari Said Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya. Kami para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani? Beliau menjawab, Lantas siapa lagi?

Di sini dapat diambil kesimpulan bahwa perayaan tahun baru Masehi diharamkan menurut Islam, hal ini juga dinyatakan oleh Ustadz Zulkifli Ali dalam situs voa-islam.com karena berpotensi menggiring kaum muslimin melakukan adat jahiliyyah yang seharusnya ditinggalkan.