Di Kalimantan Barat ada 10 video yang diseleksi, di antaranya dari siswa-siswi SMA Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Tahap seleksi dilakukan di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kamis (18/8/16) sejak pagi. “Kita ingin melihat bagaimana kemampuan dari teman-teman untuk menyampaikan gagasan mereka dengan video dari sudut pandang mereka sendiri.
Di samping juga kita ingin melihat bahwa kalo’ kita bicara tentang radikalisme, terorisme, sedini mungkin sebenarnya yang perlu kita lihat adalah dari akarnya sendiri,” tambah dewan juri yang juga anggota dewan penilai Eagle Award Sutjiwati Eka Tjandra pimpinan Samuan Film, penilai FFI serta Eagle Award.
Katanya, apa sih yang menyebabkan radikalisme itu ada? Itu karena adanya perbedaan. “Kita harus menghargai bahwa sesungguhnya perbedaan itu gak masalah,” ujar Tjandra yang masa mudanya pernah menjadi jurnalis Televisi Pendidikan Indonesia sampai meliput kejuaraan All England dan dimenangkan atlet Susi Susanti di Inggris. (Difa)
