Syafaruddin Daeng Usman
Berkunjung ke Eropa tentu bukanlah hanya di satu tempat. Ada banyak tempat yang didatangi. Utamanya ke Amsterdam atau Holland yang dikenal dengan Negeri Belanda.
Ada pengalaman menarik yang sayang untuk tak dikenang. Saya bersama beberapa orang teman, kami semua baru pertama kalinya ke sini, suatu hari bermaksud mencari makan.
Lidah orang Indonesia, khususnya kami tadi, tak lepas dari nasi dan sayur serta lauk ala Indonesia. Apakah rasa Jawa, Melayu ataukah Padang. Intinya semua penikmat nasi dan berjenis pendamping nasi.
Malam itu, kami berkeliling mencari tempat makan yang pas di lidah. Utama sekali masakan halal pastinya. Sekian waktu keliling, belum juga menemukan.

Entah bergurau atau semacam menyimpulkan, kami sepakat mengatakan “tak ada nasi goreng, rendang Padang, lodeh sampai pepes ikan di sini”. Tentu saja celetukan ini sembari tertawa lebar.
Alhasil kami menemukan sebuah restoran kecil di sudut jalan. Kota Leiden malam itu terasa, seperti setiap harinya, dingin sekali. Kami bergegas masuk resto mini ini. Ternyata di sini makanan siap saji tak lebih dari roti.
Teman saya yang dari Padang, mungkin karena sudah lapar sekali atau setengah kecewa belum ketemu makanan negeri asal, spontan bertanya. “Tuan, di mana ada jual nasi di sini?”
