teraju.id, Polda— Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) adalah cikal bakal terbentuknya Polisi Desa, seperti halnya di Amerika, Polisi desa di sana disebut Sherief, yang menjadi ujung tombak keamanan di desanya.
Kejadian di desa, penugasannya menjadi tanggung jawab Bhabinkamtibmas. Kelak Bhabinkamtibmas ini akan menjadi Kepala Polisi di desa. Kalau Bhabinkamtinmas ini bekerja maksimal, maka semua kejadian di desa akan diketahuinya.
Oleh karenanya, para Bhabinkamtibmas ini harus menguasai karakteristik daerahnya, ia harus bisa membaur dengan masyarakat, menyatu dengan alam sekitarnya. Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas desa Kuala Mandor B, Aipda Dwi Handoko. Ia bekerja keras menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di desa binaannya, agar api tidak meluas. Saking lelahnya, ia berbaring beralaskan tanah beratapkan langit di bawah teriknya matahari.
Kejadian seperti ini tidak mungkin dirasakan oleh polisi di kota, karena tantangan tugas dan karakteristik yang dihadapi juga jauh berbeda, polisi di desa ini justru bisa menyatu dengan alam sekitarnya. Ia bersama warga bahu membau memadamkan api di lahan gambut.
“Jika api tidak segera dipadamkan, dampaknya bisa ke mana mana, di antaranya mengganggu kesehatan masyarakat, mengganggu aktifitas belajar anak-anak sekolah dan lebih parah lagi bisa mengganggu transportasi udara,” terang Dwi Handoko.
Pekerjaan Bhabinkamtibmas ini bener benar pekerjaan yang mulia, tanpa minta dipuji, disanjung atau dilihat atasannya.
