Berita

Konfirmasi Mencium Hajaral Aswad

Konfirmasi Mencium Hajaral Aswad
Suasana di kawasan Hajarul Aswad dan pecahan batu yang semula utuh menjadi tujuh atau delapan pecahan.

Mencium Hajaral Aswad adalah sebuah fenomena dahsyat. Mencari satu peluang di antara jutaan tangan yang menggapai-gapai. Bisa mencium belum tentu bisa kembali. Saking rapat. Oleh karena itu, sunnah Rasulullah yang menghormati batu hitam karena ketaatan kepada Allah dan bukannya menyembah batu asal surga berwarna putih dan harum meewangi ini. Begitulah sahabat Umar Ibnu Khattab berkata, “Kalau bukan karena Rasulullah menciummu tak akan aku ikut menciummu, karena engkau hanyalah batu.”

Batu ini kata peneliti adalah meteorit. Kata sejarah lain lagi. Dia batu putih yang bercahaya dan wangi ditemukan putra Al Kholilullah Ibrahim, Ismail saat merehabilitasi bangunan Kakbah akibat banjir sisa sisa banjir bandang zaman Nabi Nuh. Sementara Kakbah sedari awalnya adalah bangunan peninggalan Adam-Hawa. Manusia pertama di muka bumi.

Ada pula riwayat menyebutkan batu Hajaral Aswad adalah batu surga yang jatuh sebagai petunjuk kepada Adam saat dikirim ke muka bumi sebagai khalifah. Batu petunjuk arah pembangunan dakwah. Maka Hajarul Aswad adalah titik nol semesta. Memang very very histoycally. Oleh karena itu jika dapat menciumnya, adalah pengalaman spiritual yang amat sangat berkesan. Dalam. Sangat dalam!

*

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *