Alhamdulillah dalam keadaan ihram, setelah berkali-kali ikhtiar, berhari-hari setiap tawaf, dapat juga kesempatan, ketika ada yang menghambur keluar, rongga dan ruang terbuka, saya pun berhasil mengecup pecahan batu tujuh buah tersebut. Warna kecokelatan. Wangi. Pada bagian inti masih putih bersinar.
Saya ingat pesan emak. Berdoalah…
Namun senikmat-nikmatnya pengalaman spiritual ini, ingat ribuan orang juga hendak melakukan hal yang sama. Saya pun meledak. Menghambur keluar. Seraya berteriak Allahu Akbar…Teriakan yang pada umumnya terjadi spontan dari para jamaah setelah berhasil mencium batu rahasia ilahiyah itu…
Pengalaman pertama begitu singkat. Saya berteori jurnalistik, bahwa data pengamatan pertama harus diverifikasi. Maka saya ikhtiar dapat konfirmasi lagi.
Then, ikhtiar kedua berhasil. Lanjut ketiga untuk validasi: berhasil. Untuk selanjutnya, setelah 3x itu tak pernah berhasil lagi. Mungkin di antara bacaan Al Ikhlash sudah ada benih-benih pernyataan, cukuplah. Berbagi dengan jamaah lainnya. *
