teraju.id, Solo-Ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Surakarta (FH UNS) berjanji akan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga kelak saat mereka menjadi pemimpin bangsa ini. Sekitar 500 mahasiswa baru itu disebut sebagai Anak Reformasi yang sebagian besar lahir tahun 1998, ketika terjadi perubahan politik di Indonesia.
Pernyataan tersebut muncul dalam dialog bersama Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, yang hadir di acara pembekalan mahasiswa baru FH UNS, Jumat (19/8). Putut Prabantoro yang juga alumnus FH UN tersebut hadir dengan memberikan materi “Implementasi Pancasila dalam Peraturan Hukum Di Indonesia”.
“Mereka yang lahir tahun 1997, 1998 dan 1999 adalah Anak Reformasi,” kata Putut. Sekarang mereka menjadi mahasiswa baru, dan dalam waktu 15 tahun lagi sebagian akan menjadi pemimpin negara dan bangsa ini.
Putut Prabantoro diingatkan bahwa Anak Reformasi harus mengerti siapa dirinya, karena mereka lahir dan tumbuh dalam situasi dan kondisi bangsa yang sedang bergolak. Kelahiran mereka diwarnai dengan banyak masalah yang tak terselesaikan. Saat itu mall-mall terbakar atau dibakar, kasus Semanggi dan Trisakti yang belum terselesaikan, yang banyak menelan korban jiwa serta politik korupsi. Saat itu pemimpin bangsa tanpa keteladanan dan munculnya raja kecil karena diberlakukannya otonomi daerah.
