Berita

“Ayok Kelepon”

“Ayok Kelepon”

Saya sejak kecil pemakan kelepon. Biasa jajak kelepon. Dari sejak kecil. Sejak SD. Jualan kelepon. Ikut pula membuat kelepon dari parutan umbi pokok ubi. Menapis dan mengukusnya. Membulat-bulatkan dan memasukkan gula merah di dalamnya. Memberikan warna alam yang kita suka. Apakah hijau atau dadu. Terserah. Sesuka mata memandangya.

Dulu, tahun 1980 harga kelepon sebiji–sebesar jempol kaki, Rp 25. Sekarang sudah 1.500 rupiah. Ada harganya loh. Meningkatkan perekonomian masyarakat. Banyak yang bisa sekolah gara-gara usaha kelepon. Jika haram, umat Islam Indonesia yang mayoritas tak mungkinlah memproduksi kelepon.

Kelepon ini filosofinya rrruar biasa. Bagaimana inti bisa masuk tanpa bocor? Kerap kali jadi guyonan, “Orang AS bingung bagaimana gula bisa masuk dalam kelepon.” Ini teknologi hebat leluhur Indonesia. Teknologi kerapatan karbohidrat ketika direbus dan dipanaskan melahirkan reaksi fisika dan kimia. Jika ilmu ini ditekuni–cerdas luar biasa Rakyat Indonesia dalam hal perubahan bentuk dan rasa serta aroma akibat permainan hukum fisika dan kimia. Juga fisika dan kimia kehidupan kemasyarakatan.
Banyak kisah nih tentang kelepon. *