Berita

BNN-Untan Teken Kesepakatan Perangi Narkoba

BNN-Untan Teken Kesepakatan Perangi Narkoba

Diakuinya bahwa bisnis narkoba memang sangat menggiurkan. Namun dampak adiktifnya merusak jasmani dan moral. “Kita harus menyadari bahwa ada pihak luar yang menghendaki Indonesia ini hancur. Ada pihak yang menginginkan Indonesia dijajah dan dikuasai kekayaannya. Inilah ‘silence war’ (perang tersembunyi, red) yang dilancarkan oleh jaringan internasional. Dan paling berbahaya adalah warga pribumi yang tega menghancurkan negerinya sendiri,” ungkapnya.

Adapun untuk kondisi narkoba di Kalbar, dikatakan Budi bahwa dari 5 juta penduduk, ada 5000 jiwa yang tercatat sebagai penderita narkoba. Ini pertanda bahaya dan wilayah Kalbar yang berbatasan darat maupun laut harus diawasi secara ketat.

Tampak hadir dalam acara kampanye “stop” narkoba di gedung Auditorium, Selasa, 18/4/17 siang menjelang sore itu, selain pejabat teras BNN, juga hadir Rektor Untan Prof Dr H Thamrin Usman, DEA, Warek Kemahasiswaan Prof Dr Kamarullah, SH, Wakapolda maupun undangan lainnya. Acara kampanye ini dihibur kesenian Tundang Melayu milik MTs Al Maarif, Jeruju yang tampil ciamok dan menggelitik dipenuhi pesan-pesan stop narkoba sekarang juga. (Nuris)