Karena itu kata Warek III bahwa Unusia dan BNPT sangat tepat sekali membantu pemerintah mencegah tindakan teroris melalui program studi karena prodi yang ada di UNUSIA harus mencintai agama dan negara, sehingga mahasiswa yang menimba ilmu di UNUSIA dapat mencegah virus teroris.
“Teroris sebagai kejahatan yang luar biasa atau Crime Extra Ordinar,” kata Brigjen Pol Ahmad Nurwahid Sebagai Direktur Pencegahan BNPT.
Lebih jauh diungkapkan Direktur, yang sebelumnya di Densus 88 dan dipercaya menjabat Direktur Pencegahan agar bisa mencegah tindakan teroris dari hulu, kerap menggunakan ilmu kriminologi karena setiap manusia memiliki potensi kejahatan setelah bertemu dengan kesempatan sehingga terjadi kejahatan.
“Akar terorisme adalah ideologi dan genealogi karena tiap manusia memiliki potensi radikal ketika dipicu oleh politisasi, kemiskinan, kebodohan, serta sistem politik yang lemah,” tandas Ahmad Nurwakhid.
Oleh karena itu untuk mencegah tindakan terorisme perlu adanya ketegasan baik TNI/Polri, karena ketegasan itu penting menghadapi masyarakat yang heterogen yang kerap muncul konflik terbesar di dunia.
Ironis kata Ahmad, Eropa negara besar bisa menjadi pecah, namum diungkapkan Deputi Pencegahan BNPT Indonesia memilki berbagai macam suku dan bahasa dapat disatukan dengan konsensus empat pilar yang telah disepakati.
“Menanggulangi terorisme dengan pemahaman agama yang kaffah, vaksinnya akhlaqul karimah hingga mwnjadi islam rahmatan lil alamin,” terangnya.(rilis)
