“Jangan lewatkan kesempatan tersebut. Karena kita akan belajar banyak, bagaimana kerusakan dari aksi terorisme,” ungkap Daniel yang juga Sekretaris Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Kalbar. Begitupula sesi ketiga dengan panelis ilmuan sekaligus peneliti budaya, Dr Kristianus Atok maupun Dr Yusriadi. Keduanya mengupas sisi-sisi potensi kearifan lokal yang dimiliki Kalbar, agar bisa tampil terdepan dalam mereduksi atau menekan paham radikal-teroris.
Peserta yang akan hadir di forum dialog ini sebanyak 175 orang. Mereka berasal dari lapisan masyarakat yang beragam se-Kota Singkawang dan sekitarnya. Di mana BNPT/FKPT telah menjadikan Kota Singkawang sebagai target sosialisasi lantaran strategisnya kota yang menjadi parameter pembangunan di wilayah utara provinsi Kalbar.

Bgs, ini kegiaatan positif utk meningkatkan tali persaudaraan dan bhineka tunggal ika….hidup indonesia