in ,

Bukit dan Air di Batu Ampar

batu ampar

Oleh: Yusriadi

Setiap kali ke Batu Ampar, Kubu Raya, pandangan mata saya pasti tertuju pada bukit yang menjulang di pulau itu. Bukit dengan tower di bagian utara sudah menjadi landmark penanda keberadaan perkampungan penduduk di pulau bagian selatan Kubu Raya ini. Sebelum dermaga terlihat, bukit tinggi itu sudah menjadi penanda lebih dahulu.

Bukit itulah salah satu yang saya di Batu Ampar. Dahulu saya pernah mengelilingi dari Batu Ampar Tengah, hingga Sungai Limau dan Teluk Mastura. Melihat dari semua sisi pulau ini.

Dalam kunjungan kali ini saya sebenarnya ingin ada waktu untuk naik ke puncak bukit itu. Saya ingin melihat apa yang ada di bukit itu. Saya ingin melihat teluk Batu Ampar dari atas bukit.

Tapi, sampai hari ke tiga di sini, nampaknya rencana naik ke sana tak akan terlaksana. Kami terlalu “sibuk” dengan agenda lain.

Bukit itu memiliki banyak fungsi. Bukit setinggi …dpl menaungi rumah-rumah penduduk di teluk dan ujung tanjung. Melindungi perumahan penduduk dari angin kencang wilayah “laut”. Bukit juga melindungi sebagian wilayah dari panas siang menjelang sore. Justru itulah… walaupun siang, Batu Ampar tetap adem.

Baca Juga:  Bu Panca -- Guru SMKN 3 dalam SJ-182

Pendamping kami, Bang Arif mengatakan bukit itu merupakan hutan simpanan atau hutan lindung. Oleh karena itu tidak ada warga yang menebang pohon di atas sana.
Bukit itu juga menjadi sumber air bersih bagi penduduk di kampung ini. Rumah tangga menyalurkan air ini ke rumah mereka untuk aneka keperluan; mulai dari minum, memasak, dan mencuci.

Saya malah sempat naik ke rumah teman yang menggunakan air dari bukit ini untuk mengisi kolam buatan untuk ikan, dan akuarium. Air bersih itu cocok untuk ikan hias mereka.

Saya sudah beberapa kali menikmati air dari bukit itu; untuk mandi, cuci mulut-gigi, dan untuk sekadar basuh muka. Air dari bukit batu asli –tidak dicampur ini itu memang luar biasa mantapnya.

Kenikmatan ini yang tidak didapat dari sumber air olahan. Dan, inilah yang membuat Batu Ampar istimewa.

Written by Yusriadi

Redaktur pada media online teraju.id dan dosen IAIN Pontianak. Direktur Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak. Lulusan Program Doktoral ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, pada bidang etnolinguistik.

sungai kapuas

Laskar Pelangi Kapuas

IMG 20201104 WA0023

Sukses! Mega Konser Pontianak 249–Arwana 25th “Tribute to Sultan Hamid”