Nama lainnya adalah Syarif Usmulyani. Mantan Kepala Bandara (Angkasa Pura) Soepadio Pontianak ini sebenarnya meniti karir sebagai penerbang alias pilot. Ia terlahir dari bekas sopir walikota. Untuk itu dia mencoba berkiprah di panggung politik sebagai calon walikota.
Bang Mol sapaannya pun memasang baliho di sejumlah sudut kota. Kekhasannya adalah mengenakan baju kemeja berdasi yang mengesankan mampu tampil sebagai manajer kota yang andal. “Saya siap melanjutkan program pembangunan Walikota Sutarmidji,” ungkapnya.
Di kalangan keluarga istana Qadriah ada figur kuat yakni H Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH. Dia adalah Ketua DPW Nasdem Kalbar yang duduk di DPR RI. Di Senayan dia menjadi Sekretaris Fraksi Nasdem dan duduk di Komisi V Bidang Infrastruktur.
Ami Dollah, begitu dia kerap disapa memang tidak pernah menyebutkan diri maju sebagai calon walikota, namun survey Pusdiklat TOP Indonesia pernah melansir bahwa elektabilitasnya sangat tinggi jika maju menjadi calon walikota. Syarif Abdullah satu-satunya figur yang mampu bersaing jika disandingkan dengan kandidat kuat lainnya, yakni incumbent, Wakil Walikota, Edi Rusdi Kamtono.
Kendati dinilai kuat, baliho Syarif Abdullah Alkadrie masih bersifat normatif. Dia tampak sosialisasi sesuai program partai yang dipimpinnya. Misalnya perekrutan calon wakil rakyat secara terbuka. Baliho dan spanduk senada ini bertaburan di segenap penjuru kota.
