Berita

Corona dan Kegeraman Sang Gubernur Kalbar

Corona dan Kegeraman Sang Gubernur Kalbar

Kedua, Gubernur merasa penanganan corona agak susah karena banyak orang tiba-tiba menjadi ahli corona. Katanya, sekarang ini tiba-tiba semua orang menjadi ahli corona, dan itu membuat masyarakat bingung. Oleh karena itu sebaiknya, untuk hal-hal yang tidak produktif, orang-orang menahan diri.

“Saya sudah minta pada Kapolda, agar orang yang menulis macam-macam tentang corona diproses,” katanya.

Ketiga, Gubernur melihat sikap sebagain orang terhadap corona ini sudah dikaitkan dengan hal lain. Misalnya, ada faktor politik. Ada faktor yang berkaitan dengan incumbent yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah yang akan datang. Bahkan, ada juga yang berkaitannya dengan pemilihan presiden lalu.

Keempat, Gubernur sudah meminta Kepolisian agar menangani orang-orang yang menghambat proses penanganan corona. Mulai dari penyebaran informasi hingga orang-orang yang melakukan tindakan pelanggaran aturan.

Itulah antara lain hal yang membuat Gubernur Kalbar geram dan merasa perlu mengambil tindakan-tindakan. Kegeraman yang dapat dipahami dalam konteks penanganan corona secara menyeluruh.

Bagaimana pun corona tidak dapat dianggap sebelah mata. Korban terus berjatuhan. Orang yang terjangkit masih banyak, dengan keadaan turun naik angkanya. (*)