Tausiyah disampaikan oleh dai Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), Ustadz Deden Fatwa, SHI. Ustadz Deden dalam tausiyahnya, mengatakan, waktu yang terbaik itu bukanlah ketika pukul nol-nol, tapi sepertiga malam. Waktu yang istimewa bukanlah menunggu detik-detik waktu pergantian tahun, tapi menunggu saat adzan dikumandangkan.
Beliau juga menyatakan bahwa, membelanjakan uang untuk petasan atau kembang api kemudian dibakar-bakar merupakan bentuk pemborosan. Seraya mengutip ayat Alquran surat Al Isra ayat 26-27, bahwa pemboros itu saudaranya setan. Menurutnya, jika uang tersebut yang digunakan untuk membeli terompet, topi ataupun petasan apabila dikumpulkan, se-Kota Pontianak saja jumlahnya akan sangat besar.
Apalagi seluruh dunia. Uang tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk kemaslahatan umat Islam. Seraya menyampaikan hadits tentang sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Alam Mastar Harahap selaku Ketua PPPengurus Masjid dalam kesempatan yang sama mengatakan ke depannya akan rutin membuat agenda seperti ini.
“Alhamdulillah disambut antusias oleh jamaah dengan banyak yang hadir.”
Acara Silaturahim Akbar ini ditutup dengan doa yang dipimpin Bapak Marzuki satu di antara Imam Masjid Jamiatus Shalihin. Sebagaimana sebelumnya sebagai pembuka juga diperdengarkan pembacaan ayat suci Al quran oleh ananda Atiqah Hurin Ain.
Acara ini juga disempurnakan dengan sarapan bubur bersama. (A. Mutamakin)
