teraju.id, Pontianak – Dinkes Prov. Kalbar – “One Gate Policy (pengelolaan obat satu pintu) harus sudah diterapkan oleh Puksemas” demikian harapan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr.Harisson, M.Kes saat sambutan dan arahan acara Pembekalan Tenaga Farmasi Puskesmas dalam Pengelolaan Vaksin akhir Juli lalu “Dengan pengelolaan obat satu pintu ini tentu akan saya dukung agar program lebih fokus pada pelaksanaan program pengelolaan obat dan vaksinnya di serahkan ke bagian farmasi” imbuh Harisson.
Diketahui bahwa Keberhasilan program imunisasi tidak bisa di pisahkan dari ketersediaan rantai dingin (coldchain) yang memiliki maksud agar mampu menjaga serta menjamin kualitas vaksin yang di berikan kepada sasaran, ungkap Kadinkes ini. Ditambahnya pula bahwa pengelolaan rantai dingin vaksin (coldchain) di tingkat Puskesmas harus dikelola dengan baik dan sesuai standar dan pengelolaan yang tidak sesuai standar dapat mengakibatkan kerusakan kualitas / mutu vaksin sehingga dapat menurunkan potensi.dan penurunan potensi vaksin yang di berikan kepada sasaran dapat menimbulkan Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) yang tidak kita inginkan. Tegas Harisson.

Oleh sebab itu pengelolaan yang baik dan sesuai standar harus diterapkan di tingkat puskesmas. Dengan rantai dingin yang standar kualitasnya baik, kualitas vaksin yang diberikan akan tetap terjaga. Kata Harisson menambahkan.
