Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Irjen (Pol) Drs. Didi Haryono, mengemukakan, dalam akselerasi transformasi Polri menuju Polri yang profesional dan dipercaya masyarakat, Kapolri telah mengeluarkan kebijakan Promoter untuk ditindaklanjuti di seluruh jajaran dengan melakukan peningkatan kinerja melalui tiga hal antara lain:
Pertama, Perbaikan kinerja melalui peningkatan pelayanan publik berbasis IT, profesionalisme dalam penegakkan hukum, serta upaya-upaya harkamtibmas yang dilakukan Polri sudah mencapai 40% dari target promoter.
“Terkait harkamtibmas sendiri, penanganan konflik sosial, penanggulangan terorisme, dan perang terhadap narkoba merupakan agenda utama yang harus kita tuntaskan bersama,” katanya.
Kedua, manajemen media. Kapolri mengklaim manajemen media saat ini sudah mencapai 45% dari target promoter. Ia mengingatkan, setiap anggota Polri di lingkungan Polda Kalbar harus aktif mengikuti perkembangan media sosial.
“Setiap anggota harus proaktif dan cerdas berkontribusi memberikan counter opinion sekaligus meluruskan berita yang cenderung menyesatkan atau hoax,” ungkapnya.
Ketiga, reformasi budaya. Bahwa reformasi kultural polri saat ini telah mencapai 38,5% dari target promoter. Tugas kita bersama mengikis habis budaya-budaya negatif yang masih tersisa di lingkungan kerja kita. complain masyarakat atas kinerja dan perilaku yang kurang baik dari oknum-oknum Polri seharusnya sudah tidak ada lagi.
