Daerah

Sambas, Masa Lalu dan Tugas Mahasiswa

Sambas, Masa Lalu dan Tugas Mahasiswa

Persoalan “bubur paddas” dan “tenun songket” Sambas yang sempat membuat heboh nasionalisme Indonesia, sesungguhnya juga masih relevan untuk menyebutkan kebesaran Sambas. Budaya, dalam hal ini pengetahuan atau teknologi tradisional Sambas itu berkaitan dengan peradaban masyarakat di sini.

Saya sangat bersemangat malam itu. Bersemangat dengan cerita luar biasa itu.

Entah kena atau tidak, saya ingin mengingatkan sekitar 60 mahasiswa yang hadir malam itu. Saya ingin mereka sadar bahwa sebagai mahasiswa, banyak tugas menanti. Mereka harus membaca kebesaran masa lalu dan menjadikannya modal untuk bersama Sambas di masa depan.

Sambas yang belakangan ini agak tertinggal, kurang maju dibandingkan beberapa pusat kabupaten lain yang usianya relatif baru, ke depan akan berubah. Letaknya yang strategis merupakan potensi besar yang pasti suatu saat didayagunakan.

Jika mahasiswa tidak mempersiapkan diri, serbuan luar akan masuk, dan mereka akan jadi penonton. Sebagai mahasiswa, mereka harus rajin membaca dan menulis. Membaca membantu mereka menggali pengetahuan. Menulis membantu mereka mengukur pengetahuan itu, sekaligus mempromosikan dan mendokumentasikan kebesaran dan kekayaan Sambas.

Mahasiswa yang tidak memerankan diri sebagai agen perubahan, tidak membekalkan diri dengan ilmu dan keterampilan, akan tergilas oleh perubahan yang diterajui orang lain. (*)