Penampilan siswa-siswi sejak 1-37 sangat kompetitif. Pada umumnya mereka menguasai materi perilaku hidup sehat tanpa merokok. Mereka mengetahui adanya jenis perokok pasif dan aktif dengan segenap resiko kesehatannya. Bahkan tak jarang ada peserta yang berceloteh tentang dampak buruk kesehatan akibat rokok menyamai penjelasan seorang dokter!
Hal lainnya yang menarik sehingga lomba celoteh anak ini semakin semarak adalah penggunaan alat pendukung ketika berceloteh. Ada yang membawa model rokok dan aneka poster. Begitupula kostum yang dikenakan. Tak sedikit berbusana baju kurung dan telok belanga bermotif khas corak insang.
Kelucuan tak terpungkiri ketika anak-anak tampil lugu. Ada juga yang terbata-bata. Namun istimewa dengan hadirnya pantun sebagai penghibur. Sastra lisan khas Melayu Pontianak itu turut mewarnai kesemarakan lomba berceloteh anak. (kan)

