Terakhir kelima, pelatihan bintara pembentukan pembinaan jaringan intel. Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi peserta pelatihan dalam pelaksanaan tugas intelejen sehari-hari. Terlebih menghadapi situasi pemilu saat ini, conditioning atau cipta kondisi melalui pembinaan jaringan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif sehingga harapan pemilu yang aman, damai dan sejuk dapat terwujud.
Dalam arahannya, Wakapolda Kalimantan Barat juga menyampaikan bahwa Tahun 2019 merupakan tahun pesta demokrasi dimana bangsa indonesia akan menggelar hajat besar untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota Legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD tk. I dan DPRD tk. II. Untuk itu peran dan tanggung jawab kita sebagai anggota polri dalam menyukseskan proses pemilihan umum nanti, amat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas.
“Perlu disadari bahwa tantangan tugas polri kedepan akan semakin berat dan kompleks, seiring dengan dinamika perkembangan lingkungan serta kemajuan yang sangat pesat dari ilmu pengetahuan, teknologi informasi komunikasi maupun transportasi,” ujar Wakapolda Kalbar.
“Tantangan tugas yang demikian berat tersebut harus mampu dijawab oleh polri dengan langkah penanganan yang tepat guna dan tepat sasaran, salah satunya adalah dengan menyiapkan dan menyelenggarakan pelatihan seperti yang akan kita laksanakan saat ini,” jelas Wakapolda.
